Maaf Karena Ku Coba Jauhimu, Akhi


Bismillahirrahmanirrahim..

Akhi,
Entah mengapa harapanku untuk bersamamu sedikit demi sedikit mulai pupus. Bukan karena aku tak lagi mencintaimu, Bukan Akhi! Aku tak tahu, apakah aku berdosa jika mengambil langkah ini?
Akhi,
Apakah ini yang dinamakan keputusasaan? Ataukah kini hatiku telah berada di ambang kepasrahan? Selama ini aku diam padamu, Akhi. Yah, aku tak berani memastikan rasa, karena sepenuhnya aku pasrahkan hati ini pada Rabb kita. Aku hanya dapat terus berdo’a agar Allah memberikan yang terbaik bagiku, bagimu, Agama, dan Keluarga kita.
Akhi,
Kau pasti tahu, usia kita terpaut jauh. Aku sekarang masih belum punya banyak ilmu. Aku masih harus kuliah dan orang tua kandung, orang tua angkat yang membiayaiku kuliah, berharap agar setelah kuliah aku dapat bekerja dan membantu kehidupan kedua adikku. Tentunya masih lama jika kau menungguku untuk hidup dan membagi waktu bersamamu.
Akhi,
Setiap selesai sholat aku berdo’a agar kau selalu diberi kesabaran dalam penantian waktu yang kita pun tak tahu itu kapan. Tapi sekarang, taukah kau, akhi? Do’aku berubah. Kini aku berharap agar kau dapat segera dipertemukan dengan jodohmu dan membentuk sebuah keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah.
Maafkan aku, Akhi,
Ini yang terbaik yang dapat aku lakukan. Aku mencintaimu, tapi aku tak ingin memaksamu menunggu sampai aku siap bersamamu. Aku juga tak ingin memaksa keadaan agar aku dapat memilikimu. Aku tahu betapa menderitanya kau saat semua orang mengejek akan penantian panjangmu. Aku tahu betapa sedihnya kau saat semua temanmu menggandeng pasangannya ke setiap acara sedangkan kau hanya sendiri. Aku tahu betapa orang tuamu ingin agar kau segera memperkenalkan seorang akhwat untuk disandingkan bersamamu di pelaminan. Aku tahu akhi.
Akhi,
Kita tak pernah tahu siapa jodoh kita. Semua itu telah dituliskan oleh Allah jauh sebelum kita bertemu. Cinta itu rasa yang diberikan untuk memberikan warna-warni di kehidupan yang sebelumnya hanya hitam dan putih. Sebesar apapun rasa cinta, kalau memang bukan namanya yang tertulis, maka cinta itu hanya akan sekedar menjadi penghias cerita kehidupan. Benar begitu kan, akhi?
Akhi,
Aku pasrahkan hati ini pada-Nya. Aku akan terima jika rasa ini sewaktu-waktu akan terhapuskan. Aku juga akan menerima jika rasa ini masih tetap dibiarkan-Nya bersarang di hati. Kita tidak pernah tahu apa rencana-Nya kan? Tapi yang pasti rencana-Nya lah yang terbaik. Jika kita memang ditakdirkan bersama, sebanyak apapun perbedaan yang ada pasti tak akan mampu menjadi penghanlang. Tapi jika tidak…… Mulai rasakanlah…… Apakah masih aku yang ada dihatimu?

By : AuroraSheen

Pupus

Inilah Aku, yang Tidak Sempurna


GambarBismillahirrahmanirrahim..
Assalamu’alaikum warrahmatullahi wabarakatuh..

Akhi..
Sedari pertama telah aku katakan kepadamu..
Aku tidaklah sesempurna seperti yang ada dibenakmu..
Banyak sekali kekuranganku yang nantinya aku mohonkan bantuanmu untuk meluruskannya..

Kelak bimbinglah aku dengan kasih sayangmu,,
Karena dengan begitu aku bisa tenang hidup bersamamu..
Jangan segan untuk tegur aku,
Jika suatu saat aku bersalah kepadamu..

Akhi..
Mungkin saat ini engkau telah mengetahui sedikit mengenai kekuranganku..
Kuyakinkan kepadamu bahwa itu hanya sebahagian kecil saja..
Pelajarilah yang sedikit itu..
Belajarlah memahamiku..
Karena akupun begitu terhadapmu..

Akhi..
Jika kelak kita ditakdirkan bersatu..
Aku yakin Allah mengutusmu untuk membimbingku karena kesanggupanmu..
Allah pastinya ingin kita saling melengkapi Atas kekuranganku dengan kelebihanmu..
Dan atas kekuranganmu dengan kelebihanku..
Insya Allah ..

Surat Untuk Kekasihku yang Aku Cintai Karena Allah


Bismillahirrahmanirrahim..
Assalamu’alaikum, Akhi..

Mungkin engkau sering bertanya-tanya dalam hati atau mungkin menerka-nerka mengenai perasaanku kepada dirimu untuk saat ini.

Inilah jawaban atas pertanyaanmu itu..

Gambar

Kekasihku yang aku cintai karena Allah,
Andaikan engkau tahu seandainya memandang mu tidaklah dosa maka aku akan terus memandang mu. Andaikan rindu ini adalah halal maka aku akan menghubungimu hingga berjam-jam dan meminta mu untuk datang menemuiku. Andaikan di saat engkau memegang tanganku dan memelukku ini adalah halal bagi kita berdua. Maka akulah orang yang paling bahagia.

Tetapi ketika kau memegang tanganku dan memelukku dalam hati ku bercampur baur antara bahagia dan takut akan dosa. Andaikan aku bukan orang yang paham akan hukum Allah maka akulah orang yang ingin selalu engkau sentuh dan engkau peluk.Tapi aku sudah tahu hukumnya :

“Janganlah seorang laki-laki berkholwat (berduaan) dengan seorang wanita kecuali bersama mahromnya…”[HR Bukhori: Muslim]

“Seandainya kepala seseorang di tusuk dengan jarum dari besi itu lebih baik dari pada menyentuh wanita yang tidak halal baginya.” (Hadits hasan riwayat Thobroni dalam Al-Mu’jam Kabir 20/174/386 dan Rauyani dalam Musnad: 1283, lihat Ash Shohihah 1/447/226)

Apakah engkau tahu setiap hari, setiap menit aku ingat padamu dan berharap engkau menghubungiku. Tapi yang aku bisa hanya menatap wajahmu dari sebuah foto yang terpajang dalam jejaring sosial. Mungkin engkau menganggapku kolot, tapi aku mengetahui satu hal :

”Melepaskan pandangan kepada yang haram akan mengakibatkan kecemasan, kesedihan dan luka di hati. Orang yang bahagia adalah orang yang dapat menundukkan pandangannya dan takut kepada Tuhannya”

Mungkin engkau merasa aku bukanlah orang yang romantis,aku tidak perhatian dan kau tidak pernah aku perdulikan. Mungkin untuk saat ini aku memanglah begitu karena aku takut akan hukum Allah, bukan hanya aku yang akan Allah beri balasan tetapi kita berdua dan kedua orang tua kita yang membiarkan kita.

Aku berusaha tak menghubungimu, agar kau tidak juga menghubungiku sehingga engkau bosan dan dapat meninggalkan aku cepat.

Tapi apakah engkau tahu di dalam hati kecilku, engkaulah orang pertama yang paling ingin aku beritahu tentang semua kegiatan yang kulakukan.Tapi rasa maluku selalu mengurungkan niatku tuk menyapamu terlebih dahulu.

Seringku perhatikan kau juga begitu, terlalu lama membalas pesan singkatku dan tak pernah menghubungiku lagi. Aku selalu bertanya-tanya dalam hatiku “Adakah aku dihatimu.?”

Hari Rabu, 23 Januari 2013 kamu sakit demam dan terus-terusan batuk.

Tahukah kamu aku benar-benar mengkhawatirkanmu? Ingin sekali aku memberikanmu perhatian, bertanya-tanya peduli. Tapi tak aku lakukan. Aku mencoba bersikap senormal mungkin dan menahan segala niatku.

Apakah engkau tahu mengapa aku seperti itu?

karena hubungan kita tidak halal jadi aku takut Allah akan marah. Dan,, bukankah aku juga tak mengetahui isi hatimu?

Inilah jawabannya, jika suatu saat kau bertanya padaku..
Engkau datang memberikan aku kebahagiaan dan sekaligus memberikan aku sebuah kecemasan.
Oleh karena itu aku menuliskan surat ini untuk mu kekasihku..

Dan inilah yang ku rasakan..

Untuk kekasihku mungkin aku tidak tahu seberapa besar cintamu kepadaku dan apakah aku lah seorang yang berada di hatimu. Tetapi aku sangat tahu bahwa aku cinta padamu, aku rindu padamu, dan untuk saat ini engkaulah seorang yang berada di hatiku. Aku berterima kasih kepada Allah telah mempertemukan kita berdua. Dan aku berterima kasih kepadamu sudah menjadi bagian yang menempati ruang kosong di hatiku. Semoga Allah merahmati kita berdua.

Dan apabila kau tidak bisa bersabar untuk menungguku, mungkin itulah jalan terbaik yang diberikan oleh Allah sehingga kita berdua akan menemukan pasangan yang terbaik untuk kita. Semoga Allah mengganti kecemasan dan kekecewaan ini dengan sesuatu yang dapat menenangkan di kemudian hari. Aamiin ya Rabbal’alamin..

Inilah surat dari hatiku untuk kekasihku yang aku cintai karena Allah..

Indahnya Cinta Dalam Diam


cinta-in-islamBismillahirrahmanirrahim..

Rasa yang tak pernah hilang, datang dan pergi sesuka hatinya, yang mendatangkan cinta,
yang mendatangkan rindu,
yang mendatangkan kekaguman adalah dari Nya.
Sungguh hanya bisa menerimanya dengan keindahan cinta yang terukir dihati dengan meraih puing puing rindu, dengan jiwa yang tak tersentuh.

Mencintaimu dalam diam..
Ibarat pungguk merindukan rembulan.
Karena cinta tidak harus saling memiliki, cinta tidak harus terikat, Karena cinta yang sebenarnya adalah cinta yang bermekaran di hati, di manapun dan kapanpun selalu bersemi di taman hati.

Mencintaimu dalam diam..
Maka izinkan untuk tidak mengusik ketenangan hatimu, hanya dalam untaian doa-doaku ,ku sebut namamu dan kusapa dirimu. Cukup buat aku tersenyum melihat kamu bahagia.
Merasa jauh tapi sangat dekat dihati, akan kututup rapat, akan ku pendam rindu ini, sampai pada saatnya nanti waktu mengizinkan pertemuan itu.

Mencintaimu dalam diam..
Meski membuat lelah..
Lelah karena menunggu yang tak mungkin ada,
Hanya bayangan semu semata.
Ingin menyandarkan lelah ini di bahumu sambil membisikkan aku tak akan pernah merasa lelah, lelah menyayangimu meski dalam diam.

Dan aku akan mencintaimu dalam diam..
Selama tak ada yang mengahapus cinta dalam diamku,
Aku kan bertahan dan jika aku tak kagum lagi padamu,
maka aku tak kan pernah lagi menulis tentangmu.
Coba lihat aku tak akan pernah berhenti mengukir namamu di hati.

Mencintaimu dalam diam, aku bahagia..
Menyayangimu dalam diam, aku senang ..
Merindukanmu dalam diam , aku tersenyum..
Bersyukur masih di beri rasa itu meski dalam diam …

Mengapa Allah Pisahkan Kita?


Bismillahirrahmanirrahim..
Sekarang aku tahu mengapa ALLAH menciptakan JARAK diantara kita, karena ALLAH ingin kita JANGAN terlalu dekat agar RASA CINTA yang telah DIA anugerahkan di hati kita, tetap terjaga kesucian maknanya, tak ternoda kepada yang namanya ZINA..

Sekarang aku tahu mengapa ALLAH memisahkan kita.. membiarkan kita mengolah dan memahami CINTA dalam kesendiran dan menyimpannya dalam DIAM, agar ia tak terusik dalam pergaulan yang belum saatnya kita nikmati, karena belum terikat dalam ikrar suci yang bernama PERNIKAHAN..

Tahukah dirimu, mengapa ALLAH menciptakan kantung mata kepada kita? Agar disana kita dapat menyimpan airmata kerinduan yang kadang menyergap bilik hati kita, dan ia dapat terpejam, meredakan semua dalam DO’A dan menghadirkannya dalam bayang sekejap,, untuk menjadi sebuah HARAPAN yang akan menguatkan kita..

Tahukah juga kamu?
Ditelapak tangan kita telah diukir-Nya sebuah nama, yang tetap di rahasiakan-Nya untukku dan untukkmu, agar kita senantiasa membawanya dalam setiap DO’A kita kepada-Nya, berharap yang TERBAIK disisi-Nya.. untukku dan untukmu..

 
* Dan satu lagi pertanyaanku tentangmu terjawabkan

Biarlah Cinta ini Hanya Aku dan Penciptaku yang Tahu


Bismillahirrahmanirrahim..

Gambar

Cinta dalam diamku..
Haruskah kau tahu jika aku mencintaimu?
KU RASA TIDAK..
Kerana cinta itu tak bisa terungkap agar bisa terlihat,
Ia hanya bisa dirasa dalam hati.
Bukan aku tak berani mengurai..
Tapi aku takut salah dalam menempatkannya.
Karena apa yang menurutku baik,
Belum tentu baik menurut-Nya.
Aku ingin yang terbaik untuk Rabbku.

Sebenarnya,,
Acuhku bukan berarti mengabaikanmu,
Diamku bukan berarti tak mengingatmu,
Kerana aku pun insan biasa.
Ada perasaan…
Ada keinginan..
Ada harapan..
Namun aku merasa diri belum pantas untuk itu,,
Biar rasa ini tercipta..
Kusimpan disudut hati…
Hanya ALLAH saja yang tahu.

Ku terbangkan sayap angan ke angkasa,
Agar nafsu tak menyeretku inginkan cinta,
Akan kucari namamu disepertiga malamku.
Aku harap kaulah yang tertulis di Lauh Mahfudz untukku..

Jikapun bukan…
Aku percaya takdir-Nya adalah yang Terbaik..

Surat untuk Ikhwan


Bismillahirrahmanirrahim..
Ikhwan..
GambarJika kau mencintaiku karena Allah jangan dekati aku..
Jika kau mencintaiku karena Allah jangan menggodaku..
Jika kau mencintaiku karena Allah jangan merayuku..
Jika kau mencintaiku karena Allah jaga izzahmu denganku..
Jika kau mencintaiku karena Allah jangan menyentuhku..
Jika kau mencintaiku karena Allah jagalah hatimu dan hatiku agar tetap mencintai-Nya..

Jika kau mencintaiku karena Allah jangan menjadikan aku pacarmu..
Jika kau mencintaiku karena Allah pilihlah jalan yang Allah ridhai untuk mendapatkan hatiku..
Jika kau mencintaiku karena Allah menjauhlah jika kau tahu aku belum siap menerima pinanganmu..
Jika kau mencintaiku karena Allah bersabarlah mengungkapkannya di saat yang tepat..

Jika kau mencintaiku karena Allah tak usah khawatir kita tak dapat bersatu, karena kita tidak pernah tahu apakah aku sudah baik untukmu dan kau baik untukku menurut Allah..

Jika kau mencintaiku karena Allah.. Yakinlah.. Jika aku memang ditakdirkan Allah menjadi bidadarimu, kita pasti akan bersatu.
Jangan menodai kesucian cinta hanya karena nafsu semata..